
Apa Saja Soft Skill yang Diasah Lewat Scrum? Ini Penjelasan Lengkapnya
Apa Saja Soft Skill yang Diasah Lewat Scrum? Ini Penjelasan Lengkapnya–Dalam dunia kerja saat ini, kemampuan teknis (hard skill) saja tidak cukup. Perusahaan juga sangat menghargai soft skill kemampuan non-teknis seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kerja tim. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam mengasah soft skill adalah Scrum. Lalu, sebenarnya apa saja soft skill yang diasah lewat Scrum?
Sebelum masuk ke pembahasan utama, mari kita kenali dulu apa itu Scrum.
Scrum adalah kerangka kerja (framework) yang digunakan untuk menyelesaikan proyek secara kolaboratif, iteratif, dan adaptif. Awalnya digunakan di dunia pengembangan perangkat lunak, namun kini Scrum juga diadopsi di berbagai bidang, termasuk pendidikan, bisnis, dan pelatihan kerja.
Dalam Scrum, sebuah tim bekerja dalam siklus waktu yang disebut sprint. Setiap sprint biasanya berdurasi 1–2 minggu, dengan tujuan menghasilkan output yang bisa dinilai dan ditingkatkan. Selama proses tersebut, tim menjalankan sejumlah ritual seperti:
- Daily stand-up (pertemuan harian),
- Sprint planning (perencanaan tugas),
- Sprint review (peninjauan hasil), dan
- Retrospective (refleksi tim).
Nah, melalui proses tersebut, banyak soft skill yang terasah secara alami. Lalu, apa saja soft skill yang diasah lewat Scrum? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Contents
Soft Skill Utama yang Terasah Lewat Scrum
1. Komunikasi Efektif
Salah satu keunggulan Scrum adalah meningkatkan keterampilan komunikasi antar anggota tim. Dalam sesi daily stand-up, setiap anggota tim bergantian untuk menyampaikan progres dari pekerjaannya, kendala apa saja yang dihadapi, dan rencana kerja pada hari ini.
Kegiatan ini melatih seseorang untuk:
- Menyampaikan ide dengan jelas dan singkat,
- Mendengarkan orang lain dengan aktif,
- Menghindari miskomunikasi, dan
- Membangun budaya keterbukaan dalam tim.
2. Kepemimpinan Tanpa Jabatan
Di dalam tim Scrum, setiap anggota diberi kesempatan untuk memimpin dalam konteks masing-masing tugas. Tidak ada hierarki ketat, dan semua anggota memiliki tanggung jawab yang sama pentingnya.
Ini melatih kepemimpinan partisipatif, yaitu kemampuan mengambil inisiatif, memberi solusi, dan mendampingi rekan kerja—tanpa harus memiliki jabatan formal.
3. Kerja Sama Tim (Teamwork)
Scrum sangat menekankan kolaborasi. Tidak ada yang bekerja sendiri. Semua permasalahan dibahas bersama, solusi dicari bersama, dan kesuksesan dinikmati bersama.
Melalui Scrum, peserta belajar bahwa hasil terbaik datang dari sinergi, bukan kompetisi. Ini membangun rasa empati, toleransi, dan gotong royong dalam tim.
4. Manajemen Waktu dan Prioritas
Dengan sistem sprint yang ketat, peserta dilatih untuk mengatur waktu secara efektif. Mereka harus menyusun skala prioritas, membagi tugas sesuai waktu yang tersedia, dan menyelesaikannya tepat waktu.
Soft skill seperti ketepatan waktu, fokus, dan efisiensi kerja sangat terasah melalui Scrum.
5. Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Dalam setiap sprint, tidak jarang tim menghadapi hambatan. Dalam Scrum, hambatan tersebut tidak dihindari, melainkan dibahas secara terbuka dalam sesi retrospective.
Peserta dilatih untuk:
- Mengidentifikasi masalah secara objektif,
- Menyusun solusi secara sistematis,
- Melibatkan tim dalam proses pengambilan keputusan.
Kemampuan problem solving ini sangat penting di dunia kerja dan kehidupan nyata.
6. Adaptasi dan Fleksibilitas
Salah satu prinsip utama Scrum adalah dapat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Jika ada perubahan kebutuhan, tim harus bisa menyesuaikan tugas tanpa kehilangan arah.
Ini mengasah kemampuan adaptif, yaitu:
- Menerima masukan baru dengan terbuka,
- Tidak kaku terhadap rencana awal,
- Siap menghadapi ketidakpastian.
7. Berpikir Kritis dan Reflektif
Scrum mendorong tim untuk terus mengevaluasi diri melalui sesi sprint retrospective. Di sinilah peserta dilatih untuk melihat kekuatan dan kelemahan tim secara jujur.
Kemampuan ini meliputi:
- Analisis penyebab kegagalan,
- Pengambilan pelajaran dari pengalaman,
- Penyusunan perbaikan yang konkret.
Scrum dan Pengembangan Diri, Belajar dari Pengalaman di Kombas
Di Kombas (Komunitas Belajar Bareng Scrum), ribuan siswa, mahasiswa, hingga pelaku UMKM telah merasakan langsung bagaimana Scrum mengubah cara mereka bekerja dan berkolaborasi.
Program pelatihan di Kombas mengintegrasikan metode Scrum dalam kegiatan nyata, seperti:
- Proyek digital marketing,
- PKL siswa SMK,
- Pendampingan UMKM,
- Kegiatan kerja tim antarsekolah.
Melalui pengalaman tersebut, peserta tidak hanya memahami teori Scrum, tetapi juga mengalami langsung bagaimana soft skill mereka berkembang dari waktu ke waktu.
Contoh nyata:
- Seorang siswa yang awalnya pemalu, kini mampu memimpin diskusi tim dengan percaya diri.
- Seorang pelaku UMKM yang sebelumnya bekerja sendiri, kini membangun tim yang solid dan produktif.
- Seorang mahasiswa yang bingung soal karier, jadi lebih terarah setelah belajar mengelola proyek lewat Scrum.
Kenapa Mengasah Soft Skill Itu Penting?
Menurut berbagai riset HR global, soft skill menjadi faktor penentu dalam proses rekrutmen karyawan. Bahkan, banyak perusahaan menyatakan bahwa soft skill lebih sulit diasah daripada hard skill, sehingga mereka sangat menghargai calon pekerja yang sudah memilikinya.
Dengan menggunakan Scrum sejak dini, seseorang punya modal keterampilan interpersonal yang sangat kuat. Ini akan sangat membantu mereka ketika masuk ke dunia kerja, baik sebagai karyawan maupun sebagai wirausahawan.
Jadi, apa saja soft skill yang diasah dengan melalui Scrum?
- Komunikasi efektif
- Kepemimpinan tanpa jabatan
- Kerja sama tim
- Manajemen waktu dan prioritas
- Problem solving
- Adaptasi dan fleksibilitas
- Berpikir kritis dan reflektif
Semua keterampilan ini bisa diperoleh secara alami melalui praktik Scrum yang konsisten. Tidak heran jika Scrum menjadi metode yang sangat direkomendasikan untuk pengembangan diri, baik di dunia pendidikan maupun profesional.
Ingin Asah Soft Skill Lewat Metode Scrum? Mulai Bersama Kombas Sekarang!
Kombas siap untuk membimbing kamu dalam memahami dan mempraktikkan Scrum dalam aktivitas sehari-hari, baik untuk pelajar, mahasiswa, maupun UMKM.
📱 Hubungi kami di WhatsApp: 0811-2829-002
📸 Follow Instagram kami: @akademikombas
Belajar Scrum Belajar Jadi Kolaboratif, Efektif, dan Siap Hadapi Dunia Nyata! 🚀


