
Apakah Scrum Cocok untuk Kerja Tim Siswa? Ini Jawabannya!
Apakah Scrum Cocok untuk Kerja Tim Siswa? Ini Jawabannya!–Dalam dunia pendidikan saat ini, kerja tim bukan lagi sekadar tugas kelompok biasa. Sekolah dan institusi pendidikan mulai menekankan pentingnya kolaborasi, komunikasi, dan manajemen waktu dalam proses belajar. Salah satu metode yang mulai populer digunakan di dunia profesional adalah Scrum, dan kini mulai merambah ke dunia pendidikan. Namun, pertanyaan yang utamanya adalah Apakah Scrum cocok untuk kerja tim siswa?
Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu Scrum.
Scrum adalah sebuah framework (kerangka kerja) yang berasal dari dunia pengembangan perangkat lunak, digunakan untuk mengelola proyek secara efisien dan kolaboratif. Scrum mengutamakan proses kerja tim yang telah terbagi dalam sprint atau waktu kerja pendek, dengan tujuan dapat menghasilkan sesuatu yang cukup konkret dan bisa untuk dievaluasi secara rutin.
Ciri khas Scrum:
- Adanya tim yang terdiri dari berbagai peran: Scrum Master, Product Owner, dan Development Team.
- Setiap pekerjaan dibagi ke dalam sprint (biasanya untuk 1–2 minggu).
- Adanya pertemuan harian (daily stand-up) untuk memantau progres.
- Evaluasi rutin dan refleksi setelah setiap sprint.
Nah, sekarang pertanyaannya, apakah Scrum cocok untuk kerja tim siswa? Jawabannya adalah: ya, sangat cocok! Mengapa? Mari kita bahas lebih lanjut.
Contents
Manfaat Scrum untuk Kerja Tim Siswa
1. Meningkatkan Kolaborasi dan Komunikasi
Dengan Scrum, siswa terbiasa berkomunikasi secara rutin. Daily stand-up meeting misalnya, membuat siswa dapat saling mengetahui apa progres teman-temannya yang lain dan belajar bagaimana cara menyampaikan ide serta mendengarkan pendapat dari orang lain.
Ini sangat bermanfaat, terutama dalam membangun skill komunikasi dan kolaborasi yang akan terus dibutuhkan hingga ke dunia kerja nanti.
2. Melatih Manajemen Waktu
Setiap sprint memiliki batas waktu. Hal ini dapat mendorong siswa untuk dapat terus belajar untuk mengatur waktu dengan baik, membagi tugas, serta menentukan skala prioritas. Dengan kata lain, Scrum mengajarkan siswa untuk tidak menunda-nunda pekerjaan dan menyelesaikan tugas tepat waktu.
3. Meningkatkan Tanggung Jawab Individu dan Tim
Dalam kerja tim konvensional, biasanya hanya beberapa orang yang bekerja sementara yang lain “numpang nama”. Dalam Scrum, setiap anggota memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing yang dipantau setiap hari. Ini mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab dan terlibat aktif dalam tim.
4. Mendorong Evaluasi dan Refleksi
Setiap akhir sprint, ada sesi retrospective di mana tim mengevaluasi apa yang sudah berjalan baik dan apa yang harus diperbaiki. Ini mengajarkan siswa untuk berani menerima kritik, refleksi diri, dan terus belajar memperbaiki diri.
5. Membuat Belajar Jadi Lebih Menyenangkan
Dengan pendekatan yang lebih visual (seperti menggunakan papan tugas atau aplikasi digital), pembagian kerja yang jelas, serta semangat kerja tim yang aktif, Scrum bisa membuat proses belajar lebih menarik dan tidak membosankan.
Tantangan Implementasi Scrum di Sekolah
Meskipun banyak manfaatnya, tentu saja ada beberapa tantangan dalam menerapkan Scrum di lingkungan siswa. Beberapa di antaranya:
1. Perlu Adaptasi dan Pembimbingan Awal
Karena ini adalah metode yang relatif baru di dunia pendidikan, siswa (dan guru) perlu waktu untuk memahami konsep dan alur kerja Scrum. Maka diperlukan pelatihan awal atau pendampingan agar proses belajar tetap berjalan lancar.
2. Kesulitan dalam Menentukan Peran
Kadang siswa belum familiar dengan istilah seperti Scrum Master atau Product Owner. Namun, dengan sedikit penyesuaian istilah dan penjelasan peran, hal ini bisa diatasi.
3. Disiplin dalam Daily Meeting
Melakukan pertemuan harian secara konsisten bisa jadi tantangan. Tapi dengan pendekatan yang menyenangkan dan waktu singkat (5–10 menit saja), siswa bisa terbiasa melakukannya secara rutin.
Cara Kombas Mengajarkan Scrum kepada Siswa
Di Kombas (Komunitas Belajar Bareng Scrum), metode Scrum telah terbukti efektif untuk diterapkan dalam kerja tim siswa selama kegiatan PKL, pelatihan digital, hingga pendampingan UMKM. Kombas mengajarkan Scrum dengan pendekatan yang fun, praktis, dan mudah dipahami.
Berikut beberapa strategi yang diterapkan Kombas:
- Mengganti istilah-istilah rumit dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti siswa.
- Menggunakan media visual seperti papan tugas, sticky notes, dan aplikasi seperti Trello atau Notion.
- Mengajak siswa praktik langsung, bukan hanya teori.
- Menekankan kerja sama tim dan diskusi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Dengan pendekatan ini, siswa bukan hanya paham konsep Scrum, tapi juga mengalaminya langsung dalam kegiatan sehari-hari. Inilah yang membuat siswa lebih siap untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang sebenarnya.
Kisah Sukses Siswa yang Belajar Scrum
Banyak siswa yang mengikuti pelatihan di Kombas merasa lebih percaya diri dan siap bekerja dalam tim. Salah satu contohnya adalah Arif, siswa SMK yang mengikuti program PKL di Kombas.
Sebelum belajar Scrum, Arif merasa tidak nyaman bekerja kelompok karena seringkali terjadi konflik atau tugas tidak merata. Namun setelah memahami Scrum, ia belajar membagi tugas dengan adil, menyampaikan pendapat dengan baik, dan menyelesaikan proyek kelompok dengan lebih lancar.
“Dulu saya lebih suka kerja sendiri. Tapi setelah pakai Scrum di Kombas, saya jadi sadar pentingnya kerja tim. Sekarang saya lebih siap kerja di dunia profesional,” – Arif, alumni PKL Kombas.
Dari penjelasan di atas, sangat jelas bahwa Scrum cocok untuk kerja tim siswa. Metode ini tidak hanya membantu menyelesaikan tugas kelompok secara efisien, tapi juga membentuk karakter penting seperti komunikasi, tanggung jawab, kepemimpinan, dan evaluasi diri.
Scrum bukanlah metode yang hanya untuk perusahaan besar atau tim profesional. Dengan pendekatan yang tepat, siswa justru bisa belajar lebih cepat dan lebih menyenangkan melalui Scrum.
Jika kamu adalah siswa, guru, atau sekolah yang ingin mulai menerapkan Scrum dalam proses belajar, Kombas siap mendampingi.
Ingin Siswa di Sekolahmu Lebih Siap Hadapi Dunia Kerja? Mulai dari Scrum Sekarang!
Gabung bersama Kombas dan rasakan sendiri bagaimana metode Scrum bisa membantu siswa bekerja tim dengan lebih baik.
📱 Hubungi kami melalui WhatsApp di: 0811-2829-002
📸 Ikuti juga Instagram kami di @akademikombas untuk info kegiatan terbaru dan tips belajar efektif.
Kombas Tempat Belajar Kolaboratif, Siapkan Masa Depanmu Sekarang!


