
Apa yang Dilakukan Tim Developer di Proyek PKL?
Apa yang Dilakukan Tim Developer di Proyek PKL?–Di era digital saat ini, banyak SMK dan instansi pendidikan kejuruan mulai menerapkan sistem praktik kerja lapangan (PKL) berbasis proyek. Salah satu yang banyak digunakan adalah model pengembangan digital yang melibatkan tim developer. Pertanyaan yang sering muncul adalah, apa yang dilakukan tim developer di proyek PKL? Pertanyaan ini sangat relevan, terutama bagi siswa, guru pembimbing, hingga orang tua yang ingin memahami peran penting tim ini dalam proses pembelajaran.
Sebelum membahas lebih lanjut apa yang dilakukan tim developer di proyek PKL, kita perlu tahu terlebih dahulu apa itu tim developer dalam konteks PKL.
Tim developer adalah kelompok siswa yang ditugaskan untuk mengembangkan produk digital seperti website, aplikasi, konten visual, video marketing, dan lainnya dalam satu proyek PKL. Tim ini bekerja berdasarkan role atau peran masing-masing, seperti Front-End Developer, Back-End Developer, UI/UX Designer, Content Writer, hingga Quality Assurance.
Mereka bekerja menggunakan metode Agile-Scrum, yang mendorong kerja kolaboratif, evaluasi berkelanjutan, dan pencapaian hasil dalam sprint (periode kerja singkat yang terstruktur).
Contents
Apa yang Dilakukan Tim Developer di Proyek PKL?
Berikut ini adalah penjabaran lengkap apa yang dilakukan tim developer di proyek PKL berdasarkan pembagian peran dan proses kerja:
1. Perencanaan Proyek (Sprint Planning)
Sebelum proyek berjalan, tim developer mengadakan pertemuan bersama Scrum Master dan Product Owner. Di sesi ini, mereka:
- Memahami tujuan proyek
- Membagi tugas sesuai peran
- Menentukan target mingguan (sprint goal)
- Menyusun backlog tugas yang harus dikerjakan
2. Pengumpulan dan Pemahaman Kebutuhan
Tim harus memahami secara mendalam apa yang diminta oleh klien atau stakeholder. Mereka akan:
- Melakukan diskusi bersama tim
- Menggali kebutuhan dari brief
- Menyusun user stories (kebutuhan pengguna dalam bentuk narasi)
3. Desain Produk Digital
Setelah kebutuhan dipahami, tim mulai membuat desain produk. UI/UX Designer bekerja membuat:
- Wireframe dan mockup tampilan
- Desain antarmuka pengguna (user interface)
- Pengalaman pengguna (user experience)
Tim akan mengevaluasi desain bersama-sama sebelum masuk ke tahap coding.
4. Pengembangan (Development)
Inilah inti dari tugas tim developer. Aktivitas coding dilakukan oleh:
- Front-End Developer: Mengubah desain menjadi tampilan nyata yang lebih interaktif
- Back-End Developer: Membuat sistem kerja di balik layar, seperti database, login, dan pengolahan data
- Full-Stack Developer: Menggabungkan front-end dan back-end jika dibutuhkan
Proses ini dilakukan secara bertahap dalam beberapa sprint, dan selalu di-review hasilnya.
5. Pembuatan Konten
Untuk proyek yang melibatkan website, sosial media, atau aplikasi promosi, tim content writer akan:
- Membuat artikel, deskripsi produk, atau caption
- Menyusun narasi storytelling yang menarik
- Menulis konten yang SEO friendly
Konten visual dan video juga dibuat oleh multimedia designer/editor.
6. Testing dan Quality Assurance
Sebelum produk dirilis, tim QA (Quality Assurance) juga akan melakukan serangkaian pengujian:
- Functional Testing (apakah tombol, form, dan fitur berjalan)
- UX Testing (apakah user nyaman menggunakan produk)
- Responsiveness (apakah tampilan cocok di berbagai perangkat)
Feedback dari testing menjadi dasar perbaikan di sprint berikutnya.
7. Presentasi dan Demo
Setiap akhir sprint atau akhir proyek, tim developer melakukan:
- Demo hasil kerja ke Product Owner dan klien
- Menyampaikan fitur yang sudah jadi
- Menjelaskan proses kerja dan hambatan
Kegiatan ini melatih komunikasi dan kemampuan presentasi siswa secara profesional.
Peran dalam Tim Developer
Berikut peran yang biasanya ada di tim developer proyek PKL:
| Role | Deskripsi Tugas |
| UI/UX Designer | Membuat desain tampilan dan pengalaman pengguna |
| Front-End Developer | Menyusun tampilan interaktif menggunakan HTML, CSS, JS |
| Back-End Developer | Mengatur server, database, dan logic aplikasi |
| Content Writer | Membuat konten teks yang menarik dan informatif |
| QA/Tester | Memastikan produk berjalan tanpa bug atau error |
| Video Editor | Membuat konten visual, video animasi, atau promosi |
Skill yang Dilatih dari Tim Developer PKL
Melalui kerja nyata, siswa mengembangkan berbagai skill penting, seperti:
- Kolaborasi dan komunikasi tim
- Manajemen waktu dan tanggung jawab
- Kemampuan teknis di bidang digital
- Problem solving dalam pengerjaan proyek
- Adaptasi terhadap perubahan dan revisi
Mengapa Perlu Metode Scrum?
Metode Scrum memungkinkan tim developer bekerja secara efektif dengan:
- Sprint yang terukur (1β2 minggu kerja)
- Review berkala terhadap hasil
- Retrospective meeting untuk evaluasi
- Adaptasi cepat terhadap perubahan kebutuhan
Siswa tidak hanya magang secara teori, tapi benar-benar merasakan pengalaman seperti bekerja di perusahaan teknologi sesungguhnya.
Menjawab pertanyaan apa yang dilakukan tim developer di proyek PKL, jawabannya sangat banyak dan krusial. Mulai dari perencanaan, desain, pengembangan, konten, pengujian, hingga presentasi proyek. Semua proses ini membuat siswa SMK lebih siap kerja, berpikir kritis, dan menguasai skill digital masa kini.
Scrum dan kerja tim developer bukan sekadar βmagangβ, melainkan latihan nyata menjadi profesional digital masa depan.
Ingin PKL yang Seru, Berbasis Proyek, dan Siap Kerja?
π£ Ayo gabung sekarang di program PKL Berbasis Scrum dari Akademi Kombas!
β
Proyek nyata
β
Mentor profesional
β
Sertifikat dan pengalaman kerja digital
π Hubungi kami sekarang melalui WhatsApp: 0811-2829-002
π² Follow juga Instagram kami: @akademikombas
Mulai dengan langkah pertamamu dengan jadi talenta digital profesional bersama Akademi Kombas!


