Model Pembelajaran PBL

Model Pembelajaran PBL

Saat ini, kebutuhan pasar semakin berkembang mengikuti perkembangan zaman. Perkembangan pasar yang semakin cepat membuat lembaga pendidikan perlu melakukan penyesuaian. Penyesuaian dapat mereka mulai dari kurikulum yang sekolah pakai untuk kegiatan belajar mengajar.

Salah satu kegiatan yang menjadi pertimbangan adalah penerapan pembelajaran PBL (Project based learning) untuk siswa SMK. Maka model pembelajaran PBL harus lembaga pendidikan rumuskan bersama.

SMK adalah jenjang sekolah yang membentuk lulusannya untuk siap kerja. Kurikulum yang sekolah terapkan sudah menyesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Lulusan SMK telah sekolah bentuk sebagai lulusan yang sudah siap kerja.

Salah satu metode yang dapat membuat siswa untuk siap kerja adalah menggunakan model pembelajaran PBL (Project based learning). Lalu apa yang melatarbelakangi SMK menerapkan model pembelajaran PBL ini? berikut ulasannya.

Model pembelajaran PBL

Latar Belakang PBL

PBL atau Project based learning adalah metode pembelajaran baru yang coba SMK terapkan. Pembelajaran PBL nantinya akan berfokus pada penyelesaian proyek yang sepenuhnya siswa kerjakan.

Di model ini, guru akan berperan sebagai fasilitator pada saat kegiatan berlangsung. Sehingga siswa nantinya dapat berperan aktif dalam penyelesaian masalah yang mereka hadapi.

Model pembelajaran PBL muncul karena keresahan dari terhadap sistem yang saat ini sekolah pakai. Saat ini, kebanyakan sekolah masih menggunakan sistem pembelajaran berupa ceramah. Sistem ini membuat siswa cenderung pasif dan tidak dapat mengeluarkan kemampuannya secara maksimal.

Padahal, keaktifan siswa sangat membantu mereka ketika sudah terjun ke dunia kerja nantinya. Hal ini membuat sekolah mulai merumuskan model pembelajaran baru salah satunya menggunakan model PBL.

Implementasi PBL

Pada implementasnya, model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan siswa secara signifikan. Dengan menggunakan model ini, siswa akan melatih tingkat keaktifannya dan secara tidak langsung akan melatih softskill siswa.

Hal ini dapat terjadi karena pada pembelajaran PBL, siswa harus berperan aktif untuk dapat menyelesaikan proyek yang mereka kerjakan. Secara tidak langsung, kemampuan perencanaan, strategi dan daya pikir siswa akan meningkat.

Berdasarkan penelitian yang telah peneliti lakukan tentang penerapan pembelajaran PBL, hasil yang peneliti dapat menunjukkan adanya nilai positif. Nilai positif ini peneliti nilai dari tingkat keaktifan siswa, dan output dari permasalahan yang mereka selesaikan.

Kemampuan siswa menjadi semakin meningkat dan siswa menjadi lebih aktif. Selain itu, penyelesaian masalah yang siswa lakukan juga menjadi semakin baik.

Urutan PBL

Model pembelajaran PBL dapat sekolah terapkan dengan menggunakan beberapa tahapan. Tahapan pembelajaran PBL antara lain :

Penentuan pertanyaan mendasar

Pertanyaan dasar nantinya akan sekolah jadikan sebagai inti masalah yang siswa perlu selesaikan. Dengan memberikan permasalahan secara langsung, siswa dapat mengembangkan pemikirannya untuk dapa menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Sekolah dapat mengambil contoh permasalahan yang terjadi pada bidang yang siswa kuasai atau telah siswa pelajari sebelumnya.

Menyusun perencanaan proyek

Tahap perencanaan menjadi bagian yang penting dalam upaya menyelesaikan masalah. Di model ini, siswa akan membuat perencanaan untuk dapat menyelesaikan masalah.  Dengan metode ini, siswa dapat mengembangkan pemikiran, dan strategi untuk dapat memecahkan masalah yang ada di hadapan siswa.

Menyusun Jadwal

Siswa nantinya harus membuat jadwal untuk dapat memecahkan masalah. Jadwal ini berisi cara menyelsaikan masalah dan pembagian waktu. Pembuatan jadwal akan melatih siswa dalam mengerjakan proyek sesuai tenggat waktu yang mereka buat. Hal ini akan melatih bagaimana siswa dapat memaksimalkan waktu yang ada untuk dapat menyelesaikan masalah yang siswa hadapi.

Monitoring

Monitoring menjadi kegiatan untuk menilai kembali apakah kinerja sudah sesuai dengan perencanaan. Apabila terdapat kesalahan maka siswa dapat mulai memperbaikinya pada tahapan ini. Tahap ini juga dapat menjadi reminder untuk siswa dalam mengerjakan proyek sesuai dengan perencanaan dan dapat beradaptasi apabila terjadi kesalahan.

Menguji Hasil

Tahap menguji hasil akan menjadi tahapan penilaian terhadap sistem kerja dan hasil kerja siswa. Pada tahap ini, siswa tidak akan dapat mencapai tahap ini tanpa ada kerja keras dan perencanaan yang baik. Guru atau mentor akan menilai keseluruhan kerja dari siswa. Apabila di tahap ini siswa lolos, maka siswa dapat melanjutkan ke proyek selanjutnya.

Evaluasi Pengalaman siswa

Tahapan evaluasi pengalaman siswa akan menjadi gambaran terhadap kepribadian dan apakah siswa dapat bekerja secara maksimal. Evaluasi akan mentor nilai dari aspek dalam diri siswa. Contoh aspek yang akan mentor nilai adalah keaktifan, kecepatan kerja, dan aspek lainnya. Siswa nantinya akan memiliki gambaran tentang kelebihan dan kelemahan mereka.

Contoh model pembelajaran PBL

Model pembelajaran PBL biasanya dapat kita temui pada lembaga pelatihan atau lembaga untuk tempat PKL siswa SMK. Salah satunya di Akademi Kombas. Siswa akan mendapatkan poyek yang harus mereka selesaikan. Siswa akan mendapatkan proyek baru jika telah menyelesaikan proyek selanjutnya.

Untuk mendapatkan info PKL SMK lainnya kunjungi pklsmk.com

Kunjungi juga Akademi kombas untuk info PKL lainnya.

Kegiatan Pembelajaran PBL

Kegiatan Pembelajaran PBL

Perkembangan dunia kerja saat ini berlangsung cepat. Hal disebabkan oleh arus globalisasi yang semakin cepat. hal ini membuat dunia kerja melakukan penyesuaian terhadap sistem kerja yang mereka adopsi.

Beberapa perubahan sengaja perusahaan lakukan agar perusahaan dapat mengikuti perubahan permintaan. Salah satu yang terdampak dari penyesuaian ini adalah pada sistem pemberlajaran SMK. SMK saat ini mulai menerapkan kurikulum untuk kegiatan Pembelajaran PBL (Project Based Learning)

SMK atau sekolah menengah kejuruan merupakan jenjang sekolah yang menuntut lulusannya untuk siap kerja. Lulusan SMK menjadi salah satu pemberi tenaga kerja teknis terbanyak di indonesia. Berbeda dengan SMA, Lulusan SMK lebih berfokus pada praktik yang membuat mereka dapat terjun langsung untuk bekerja.

Biasanya untuk mempersiapkan lulusan mereka siap kerja, SMK memberikan kurikulum berupa Praktek kerja lapangan. Kegiatan ini bertujuan agar lulusan SMK merasakan dunia kerja secara langsung. Beberapa perusahaan menerapkan sistem PKL yang berbeda. Salah satu sistem yang perusahaan terapkan adalah menggunakan sistem Project Based Learning (PBL), lalu bagaimana kegiatan pembelajaran PBL berlangsung? Berikut ulasannya

Kegiatan Pembelajaran PBL

Pelaksanaan sistem PBL

PBL atau Project Based Learning adalah sistem pembelajaran yang menekankan pada siswa didik pada penyelesaian project/tugas secara nyata. Nantinya kinerja siswa akan perusahaan nilai dari jumlah tugas atau project yang berhasil siswa selesaikan.

Siswa nantinya akan guru atau mentor berikan permasalahan untuk siswa selesaikan. Dalam sistem ini, nantinya guru akan berfungsi sebagai fasilitator. Dengan sistem ini pihak sekolah mengharapkan para siswa dapat berkembang. Tidak hanya bekerja mengikuti prosedur. Akan tetapi, siswa juga memiliki kemampuan problem solving.

Selain itu, Banyak yang menganggap Penggunaan sistem PBL lebih baik daripada penggunaan sistem ceramah yang saat ini sekolah berlakukan. Hal ini berdasarkan sistem penilaian yang sekolah lakukan terhadap siswa.

Penggunaan sistem ceramah kurang efektif. Hal tersebut terjadi karena siswa menjadi pasif dan pemikiran siswa tidak dapat berkembang secara maksimal.

Manfaat

Kegiatan pembelajaran PBL akan banyak bermanfaat untuk siswa ketika memasuki dunia kerja. Pada pembelajaran ini gambaran praktek tidak hanya berbasiskan prosedur akan tetapi secara langsung menghadapi permasalahan.

Dengan menggunakan metode ini, pola piker siswa akan lebih terbentuk untuk kedepannya. Tidak hanya menyelesaikan tugas berdasarkan prosedur. Namun juga menyelesaikan permasalahan yang siswa hadapi.

Di dunia kerja, sistem pembelajaran ini sangat membantu siswa. Siswa nantinya lebih dapat lebih mudah menyesuaikan diri di lingkungan kerja.

Siswa nantinya juga dapat ikut berkontribusi memberikan pemikirannya dalam membuat perencanaan proyek atau kerja. Mereka dapat lebih berperan aktif dalam meningkatkan pendapatan perusahaan yang mereka tempati.

Kegiatan Pembelajaran PBL

Pembelajaran PBL nantinya dapat sekolah lakukan dengan beberpa tahapan. Tahapan ini terdiri atas :

Penentuan pertanyaan mendasar

Pertanyaan mendasar nantinya siswa jadikan sebagai permasalahan yang harus mereka pecahkan. Permasalahan ini dapat berasal dari lingkungan mereka maupun berdasarkan permasalahan yang telah sekolah persiapkan. Dari sini permasalahan yang sekolah gunakan agar siswa dapat mengeluarkan ide untuk solusinya

Menyusun perencanaan proyek

Penyusunan perencanaan proyek merupakan bagian penting dalam PBL. Dengan menyusun perencanaan, siswa dapat memberikan pemikirannya tentang bagaimana menyelesaikan permsalahan yang mereka hadapi. Perencanaan ini agar siswa dapat menjalankan solusi secara tertata.

Menyusun Jadwal

Penyusunan jadwal menjadi tantangan harus siswa hadapi. Sistem penjadwalan akan memberikan tenggat waktu pengerjaan. Sistem ini berfungsi agar siswa dapat berjuang semaksimal mungkin menyelesaikan tahapan proyek dalam waktu yang telah mereka tentukan sendiri. Sehingga akan melatih sistem kerja siswa.

Monitoring

Monitoring ini menjadi kegiatan yang penting saat mengerjakan sebuah proyek. Bagian ini berfungsi untuk memastikan apakah yang mereka kerjakan telah sesuai dengan yang telah siswa rencanakan di awal. Di tahap ini, apabila terdapat kesalahan dalam pengerjaan proyek, siswa dapat memperbaikinya dengan tepat dan cepat.

Menguji Hasil

Pengujian hasil ini mentor atau guru lakukan untuk menilai kinerja siswa. Penilaian ini berasal dari penyelesaian proyek yang telah siswa kerjakan. Kinerja secara kesulurahan akan mentor atau guru nilai. Di poin ini, yang dapat menentukan apakah siswa dapat lanjut ke proyek selanjutnya atau tidak.

Evaluasi Pengalaman siswa

Evaluasi pengalaman ini akan mentor nilai berdasarkan beberapa aspek. Aspek yang mentor nilai dapat berupa keaktifan, kerjasama, kecepatan penyelesaian masalah, dll. Di tahap ini, siswa juga dapat menilai bagian apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan mereka.

Penerapan sistem PBL pada pembelajaran siswa akan sangat membantu untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK. Dengan menggunakan sistem ini, penilaian kemampuan siswa menjadi lebih maksimal.

Selain itu, siswa juga dapat melatih diri dalam kemampuan berpikir, membuka wawasan, dan menyelesaikan masalah. Sistem ini membantu siswa dalam menyesuaikan diri mereka dalam tantangan dunia kerja kedepannya.

Kunjungi PKLSMK.com untuk mendapatkan info PKL SMK selengkapnya

ikuti juga Akademi Kombas untuk info PKL SMK lainnya