
cBagaimana Anak PKL Belajar Motion Graphic?
Bagaimana Anak PKL Belajar Motion Graphic?-Dunia digital marketing semakin berkembang pesat. Konten visual kini tidak lagi cukup hanya berupa gambar statis, melainkan juga animasi bergerak yang dikenal dengan istilah motion graphic. Banyak perusahaan memanfaatkan motion graphic untuk membuat iklan, promosi produk, hingga konten edukasi yang lebih menarik. Pertanyaannya adalah, bagaimana anak PKL belajar motion graphic?
Bagi siswa SMK atau mahasiswa yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL), mempelajari motion graphic bisa menjadi pengalaman luar biasa. Selain menambah keterampilan teknis, kemampuan ini juga memberikan nilai tambah yang besar untuk dunia kerja di masa depan.
Contents
Apa Itu Motion Graphic?
Sebelum membahas lebih jauh bagaimana anak PKL belajar motion graphic, mari pahami dulu apa sebenarnya motion graphic.
Motion graphic adalah teknik animasi yang menggabungkan elemen grafis seperti teks, ilustrasi, dan bentuk visual lainnya dengan pergerakan (motion). Contohnya bisa kita lihat pada:
- Video iklan di media sosial
- Opening acara televisi
- Animasi penjelasan produk (explainer video)
- Konten edukasi digital
Sederhananya, motion graphic adalah seni menghidupkan gambar agar lebih komunikatif, atraktif, dan mudah dipahami audiens.
Kenapa Anak PKL Perlu Belajar Motion Graphic?
Saat ini, permintaan konten motion graphic semakin tinggi. Banyak perusahaan mencari tenaga kerja kreatif yang mampu menghasilkan konten visual dinamis. Maka dari itu, anak PKL yang belajar motion graphic akan mendapatkan manfaat besar, seperti:
- Skill yang relevan dengan dunia kerja modern.
- Meningkatkan portofolio kreatif, sehingga lebih menarik bagi perusahaan.
- Mendukung digital marketing dengan konten yang lebih engaging.
- Membuka peluang karier sebagai desainer grafis, animator, atau content creator.
Bagaimana Anak PKL Belajar Motion Graphic?
Lalu, bagaimana anak PKL belajar motion graphic? Ada beberapa tahapan yang biasanya dilakukan selama PKL, antara lain:
1. Pengenalan Software Editing
Langkah pertama adalah mengenal software yang digunakan untuk membuat motion graphic, seperti:
- Adobe After Effects
- Adobe Premiere Pro
- Blender
- Canva Pro (fitur animasi sederhana)
Anak PKL akan belajar dasar-dasar tools, fungsi timeline, serta cara menggabungkan elemen visual dengan animasi.
2. Belajar Desain Grafis Dasar
Sebelum membuat animasi, anak PKL perlu memahami dasar desain grafis. Misalnya:
- Komposisi visual
- Pemilihan warna
- Tipografi (penggunaan huruf)
- Ilustrasi sederhana
Ini penting agar motion graphic yang dihasilkan tidak hanya bergerak, tapi juga enak dipandang.
3. Mempelajari Prinsip Animasi
Dalam dunia motion graphic, ada prinsip animasi yang perlu dipahami, seperti:
- Ease in dan ease out (percepatan dan perlambatan gerakan)
- Timing (pengaturan waktu pergerakan)
- Squash and stretch (efek elastis untuk membuat gerakan lebih hidup)
Dengan prinsip ini, animasi yang dibuat akan terasa lebih natural.
4. Praktik Membuat Project Kecil
Selama PKL, anak-anak biasanya diberi kesempatan untuk membuat project kecil, misalnya:
- Logo animasi perusahaan
- Video promosi singkat
- Konten edukasi dengan teks berjalan
- Animasi untuk postingan media sosial
Dari project kecil inilah mereka akan belajar secara langsung bagaimana menerapkan ilmu yang sudah didapat.
5. Kolaborasi dengan Tim Kreatif
Motion graphic jarang dikerjakan sendirian. Anak PKL biasanya ikut bekerja sama dengan tim kreatif lain seperti desainer grafis, content writer, dan social media manager. Hal ini mengajarkan pentingnya kerja sama tim dalam menghasilkan karya yang sesuai kebutuhan klien.
6. Evaluasi dan Revisi
Setiap karya motion graphic pasti melalui tahap evaluasi. Anak PKL akan belajar bagaimana menerima masukan, melakukan revisi, dan meningkatkan kualitas animasi. Proses ini penting untuk membangun mental profesional dan terbiasa dengan standar industri.
Tantangan Anak PKL Belajar Motion Graphic
Tentu, belajar motion graphic bukan tanpa hambatan. Beberapa tantangan yang sering dihadapi anak PKL adalah:
- Menguasai software yang kompleks seperti After Effects.
- Kreativitas terbatas jika belum terbiasa membuat desain.
- Waktu yang singkat untuk mengerjakan project.
- Banyak revisi dari mentor atau klien.
Namun, tantangan ini justru menjadi peluang untuk berkembang. Dengan latihan terus-menerus, anak PKL akan semakin terampil dan percaya diri.
Manfaat Motion Graphic untuk Anak PKL
Selain menambah skill, berikut beberapa manfaat lain yang akan didapat anak PKL ketika belajar motion graphic:
- Memiliki portofolio kreatif yang menarik perhatian HRD.
- Mampu bersaing di dunia kerja digital.
- Bisa membuka peluang freelance setelah lulus.
- Mendapatkan pengalaman kerja nyata di industri kreatif.
- Lebih peka terhadap tren konten digital.
Belajar Motion Graphic di PKL Kombas
Kalau kamu penasaran bagaimana anak PKL belajar motion graphic, jawabannya bisa kamu temukan dengan ikut PKL di PT Kombas Digital Internasional.
Di Kombas, kamu akan mendapatkan pengalaman langsung:
- Belajar software editing dari nol hingga mahir.
- Ikut mengerjakan project klien yang nyata.
- Dapat bimbingan dari mentor profesional di bidang kreatif.
- Membangun portofolio motion graphic yang bisa dipamerkan saat melamar kerja.
- Suasana PKL yang menyenangkan, kolaboratif, dan penuh ilmu baru.
Dengan pengalaman ini, kamu tidak hanya sekadar “magang”, tapi benar-benar merasakan dunia kerja kreatif yang sesungguhnya.
Belajar motion graphic selama PKL memberikan banyak manfaat: meningkatkan keterampilan, memperkaya portofolio, serta membuka peluang karier di bidang industri kreatif.
Kalau kamu ingin merasakan pengalaman nyata belajar motion graphic, jangan ragu untuk bergabung PKL bersama Kombas!
📞 Hubungi WhatsApp: 0811-2829-002
📷 Ikuti Instagram: @akademikombas
Saatnya buktikan, PKL bukan hanya sekadar kewajiban sekolah, tapi bisa jadi pengalaman berharga untuk masa depanmu. 🚀


